Senin, 13 Februari 2017

“Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi Secara Umum”


Oleh:
Ni Kadek Vionita Pertiwi



Abstract

            Tujuan dari penulisan ini adalah mengetahui pengertian dari klasifikasi menurut para ahli dan secara etimologi, serta mengetahui macam-macam cara pengklasifikasian, tujuan dan manfaat dari klasifikasi itu sendiri.
           
Makalah ini sedikit menjelaskan tentang sejarah klasifikasi. Lalu sedikit menjelaskan arti dari klasifikasi menurut para tokoh sejarah yang memaparkan pendapat mereka dan sedikit memberikan contoh untuk perkembangan klasifikasi.


Latar belakang

v  Pengertian Klasifikasi Perpustakaan
1.     Secara Etimologi

Klasifikasi berasal dari bahasa inggris darikata “classification” dan kata ini berasal dari kata “to classy” yang berarti menggolongkan dan menempatkan benda-benda di suatu tempat.
Klasifikasi adalah pengelompokkan yang sistematis pada sejumlah objek,
gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu
berdasarkan ciri-ciri yang sama (Hamakonda dan Tairas, 1999: 1).
2.     Menurut Para Ahli

·         Towa P. Hmakotrda dan J.N.B. Tairas (1995): Mengatakan bahwa klasifikasi adalah pengelompokan yang sistematis daripada sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama.

·         Ernest Cushing Richardson: Klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan dan menempatkan barang-barang.
·         Sulistyo Basuki (1991): Mengatakan bahwa klasifikasi berasal dari kata Latin “classis”. Klasifikasi adalah proses pengelompokan, artinya mengumpulkan benda/entitasyang sama serta memisahkan benda/entitas yang tidak sama. Secara umum dapat dikatakanbahwa batasan klasifikasi adalah usaha menata alam pengetahuan ke dalam tata urutan sistematis.
·         Hamakonda dan Tairas, 1999: 1:Klasifikasi adalah pengelompokkan yang sistematis pada sejumlah objek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama.
·         Ibrahim Bafadal 2009:51: Klasifikasi adalah suatu proses memilih dan mengelompokkan buku-buku perpustakaan sekolah atau bahan pustaka lainnya atas dasar tertentu serta diletakkannya secara bersama-sama di suatu tempat.
·         Menurut Suwarno(2007: 66): Secara umum klasifikasi terbagi dalam dua jenis, yaitu:
-       Klasifikasi artificial (artificial classification), yaitu klasifikasi bahan pustaka
berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada pada bahan pustaka
tersebut. Misalnya berdasarkan warna buku atau tinggi buku.
-       Klasifikasi fundamental (fundamental classification), yaitu klasifikasi bahan
pustaka berdasarkan isi atau subjek buku, yaitu sifat yang tetap pada bahan
pustaka meskipun kulitnya berganti-ganti atau formatnya diubah.
Klasifikasi fundamental ini yang sering digunakan perpustakaan saat ini.
Macam-macam Cara Pengklasifikasian
1.     Universal Decimal Classification (UDC)
             Klasifikasi UDC (Universal Decimal Classification).
             UDC sebenarnya merupakan perluasan dari klasifikasi DDC. Pertama kali diterbitkan pada 1905 dengan nama Classification Decimal yang dikembangkan oleh FID (Federation International Documentation). UDC pembentukan notasinya menggunakan satu angka atau lebih. Klasifikasi ini mempunyai tabel tambahan yang berfungsi untuk menyatakan adanya hubungan antar subyek satu dengan lainnya atau dengan aspek-aspek tertentu yang ada dalam pokok persoalan.
Simbol + pada UDC berfungsi untuk menggabungkan dua subyek. Misal pertanian dan ekonomi adalah 63 + 33. Simbol : (tanda titik dua) menunjukan aspek dari subyek tersebut.
Misal politik ekonomi adalah 32 : 33

2.     Library of Congress Classification (LCC)
Klasifikasi ini mulai dikembangkan pada 1899 dan diterbitkan pertama kali pada 1901. Klasifikasi ini disusun dengan menggunakan huruf dan angka sebagai simbol atas dasar urutan abjad.
3.     Dewey Decimal Classification (DDC)
Salah satu sistem klasifikasi yang berdasarkan subjeknya, yang banyak digunakan di perpustakaan sekolah di seluruh dunia adalah sistem klasifikasi persepuluhan yang disusun oleh Marvil Dewey. Sistem ini dikenal dengan nama “Dewey Decimal Classification” yang biasa disingkat DDC.
Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya.

Tujuan :
Dalam sistem pengaturan bahan pustaka pada rak, klasifikasi
perpustakaan bertujuan :
1.     Dapat menentukan lokasi bahan pustaka didalam jajaran koleksi perpustakaan sehingga memudahkan temu kembali informasi.
2.     Mengumpulkan semua bahan pustaka yang memiliki subyek yang sama dalam satu jajaran koleksi.
3.     Memudahkan dalam penempatan buku baru serta untuk kepentingan penyiangan .

Manfaat Klasifikasi: 

1.     Untuk mengetahui bahan pustaka yang dimiliki Perpustakaan;
2.     Untuk mengetahui keseimbangan koleksi;  
3.     Untuk mengetahui cakupan ilmu pengetahuan; 
4.     Penuntun berfikir sistematis 
5.     Membantu dalam menyusun bibliografi 


v  Sejarah Klasifikasi

Aristoteles (384 – 322 SM), mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak dan pohon. Sedangkan hewan digolongkan menjadi vertebrata dan avertebrata.

John Ray (1627 – 1708), merintis pengelompokkan makhluk hidup kearah grup-grup kecil. Ia telah melahirkan konsep tentang jenis dan spesies.

Carolus Linnaeus (1707 – 1778), mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesamaan struktur. Ia juga mengenalkan pada system tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur.

Pada tahun 1969 R.H Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima) kingdom/kerajaan, yaitu :sss
1.   Monera (bakteri dan ganggang biru). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan. Monera memiliki sel prokariotik. Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria)
2. Protista (ganggang dan protozoa). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan. Protista rnemiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai jamur.
3. Fungi (jamur). Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycpta).
4. Plantae (tumbuhan). Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup.
5. Animalia (hewan). Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).

v    Perkembangan Klasifikasi
                                                               
            Perkembangan klasifikasi sekarang semakin maju dan mempermudah pekerjaan seseorang seperti contohnya pada pengelompokan suatu organisasi yang berdasarkan tujuannya dan pengelompokan jaringan berdasarkan skalanya seperti :
a.      Organisasi Sosial
            Organisasi Niaga Adalah suatu organisasi yang sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan. organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat ini, dengan faktor ekonomi yang berkembang menjadikan Organisasi Niaga semakin pesat pula.
Macam-macam organisasi niaga:
-     Perseroan Terbatas (PT)
-     Persekutuan Komanditer (CV)
-     Joint Ventura (Perusahaan Patungan)
-     Koperasi
-      Kartel
b.    Organisasi Sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
c.     Organisasi Regional dan Internasional
Organisasi Regional.
Organisasi regional mempunyai wilayah kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja. Peran yang dimainkan oleh organisasi-organisasi regional sangat berbeda bergantung pada karakteristik organisasi tersebut. Karakteristik ini dipengaruhi oleh faktor geografis, ketersediaan sumber-sumber dan struktur organisasi.
Organisasi internasional.
Organisasi internasional adalah suatu bentuk organisasi dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian atau charter.
 
Sedangkan pada pengelompokan jaringan berdasarkan skala dapat dibagi menjadi tiga bagian golongan, yaitu: Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN) dan Wide Area Network (WAN).
-       Local Area Network (LAN).
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

-       Metropolitant Area Network (MAN).
Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

-       Wide Area Network (WAN).
WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.

WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.


Kesimpulan

          Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, tanpa disadari individu atau kelompok menggunakan klasifikasi pada kehidupan sehari-hari mereka contohnya mengelompokkan baju-baju yang ada di lemari menjadi beberapa bagian, memisahkan sandal dan sepatu untuk mempermudah pencarian saat bepergian dan mengelompokkan hal-hal yang lainnya untuk mempermudah kegiatan individu atau kelompok tersebut. Sehingga klasifikasi sangat penting untuk diterapkan pada diri sendiri. klasifikasi juga mempermudah pekerjaan kita di kantor atau dimanapun itu dengan menggunakan jaringan, yaitu: : Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN) dan Wide Area Network (WAN).
 Daftar Pustaka
Ahmad Agus Kurniawan,2013. Pengertian Tujuan dan Manfaat Klasifikasi, http://ahmadaguskurniawan.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-tujuan-dan-manfaat.html
Michael Darmawan,2012. Klasifikasi Organisasi, https://michaelsitomp.blogspot.co.id/?m=1       
Pengelolaan Perpustakaan,2014. Klasifikasi, http://pp.ktp.fip.unp.ac.id/?p=34
Dedi Sepriyadi,2010. Sejarah Klasifikasi, http://dedispd.blogspot.co.id/2010/06/sejarah-klasifikasi.html      

                                                                                                                                                       

Rabu, 12 Oktober 2016


Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulaunya yang mencapai 17.499 pulau dan luas wilayah perairan mencapai 5,8 juta km2, serta panjang garis pantai yang mencapai 81.900 km2. Dua pertiga dari wilayah Indonesia adalah laut, hanya ada tiga perbatasan darat dan sisanya adalah perbatasan laut. Perbatasan laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara diantaranya Malaysia, Singapura, Filipina, India, Thailand, Vietnam, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sedangkan untuk wilayah darat, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara, yaitu Malaysia, Papua Nugini, danTimor Leste dengan panjang garis perbatasan darat secara keseluruhan adalah 2914,1 km. Luasnya wilayah perbatasan laut dan darat Indonesia tentunya membutuhkan dukungan sistem manajemen perbatasan yang terorganisir dan profesional, baik itu ditingkat pusat maupun daerah. Akan tetapi minimnya infrastruktur di kawasan perbatasan telah menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki sebuah sistem manajemen perbatasan yang baik.

Adapun batas-batas wilayah laut Indonesia dengan negara-negara tetangga meliputi: batas laut teritorial, batas zona tambahan, batas perairan ZEE, dan batas landas kontinen. Yang dimaksud laut teritorial adalah wilayah kedaulatan suatu negara pantai yang meliputi ruang udara dan laut serta tanah di bawahnya sejauh 12 mil laut yang diukur dari garis pangkal. Zona tambahan mencakup wilayah perairan laut sampai ke batas 12 mil laut di luar laut teritorial atau 24 mil laut diukur dari garis pangkal. ZEE adalah suatu wilayah perairan laut di luar dan berdampingan dengan laut teritorial yang lebarnya tidak lebih dari 200 mil laut dari garis pangkal; yang mana suatu negara pantai (coastal state) memiliki hak atas kedaulatan untuk eksplorasi, konservasi, dan pemanfaatan sumber daya alam. Landas kontinen suatu negara meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya yang menyambung dari laut teritorial negara pantai melalui kelanjutan alamiah dari wilayah daratannya sampai ujung terluar tepian kontinen.

Video ini memperlihatkan kondisi perairan di perairan Natuna, berbatasan dengan Laut China Selatan yang mengalami konflik. Konflik ini berawal dari sejumlah kapal nelayan Tiongkok  yang beroprasi di daerah perairan Natuna dan mengklaim ZEE Indonesia di perairan Natuna sebagai wilayah nelayan tradisional mereka. Masalah ini harus segera di selesaikan karena menyangkut kedaulatan Negara yaitu batas perairan ZEE Indonesia yang mungkin saja akan berpindah Klaim dengan cara nelayan Tiongkok melancarkan strategi laut yang mengerahkan kapal nelayan beserta kapal penjaga pantainya mengairi daerah tersebut. Pemerintah Indonesia seharusnya tidak mengirimkan kapal perang dan lembaga-lembaga Negara saja tetapi juga ikut melakukan strategi yang sama yaitu mengajak masyarakat untuk bernelayan atau melakukan kegiatan di perairan selama 24 jam agar memperkuat atau mempertahankan kedaulatan yang sudah ada. 

Pemerintah juga bisa melakukan beberapa strategi untuk memperkuat kedaulatan di kepulauan Natuna, seperti; membangun pusat pariwisata di natuna, melakukan evaluasi terhadap kilang minyak yang mandek di natuna dan lebih memperkuat pertahanan di daerah tersebut. ini tidak hanya berlaku di kepulauan natuna, tetapi di daerah dan di perairan perbatasan indonesia lainnya juga untuk mempertahankan dan memperkuat perbatasan wilayah di Indonesia.